Type Here to Get Search Results !

6 Tips Pintar Melamar Kerja Lewat Internet

6 Tips pintar melamar kerja lewat internet

Pemanfaatan teknologi yang kian berkembang telah mengubah cara hidup manusia. Dahulu, saat arus komunikasi belum sederas sekarang, pertukaran informasi antar manusia masih mengandalkan cara konvensional.

Banyak orang yang masih rajin membeli koran untuk mencari iklan lowongan kerja, lalu menyiapkan CV dan surat lamaran untuk dikirim melalui pos. Namun kini, semuanya bisa dilakukan hanya dengan berselancar di internet.

Harus diakui keberadaan internet telah menciptakan pengalaman mencari kerja yang lebih mudah. Meski demikian, kunci keberhasilannya tetap ada di tangan Kamu. Agar usaha pencarian kerja Kamu membuahkan hasil, simak enam tips pintar melamar pekerjaan lewat Internet berikut ini :

Cari situs terpercaya


Sebagai seorang calon karyawan yang profesional, penting bagi Kamu untuk bisa mengenali mana sumber informasi yang terpercaya dan mana yang harus diwaspadai. Apalagi kini makin banyak orang tidak bertanggung jawab yang sering memanfaatkan celah untuk mengelabui para pencari kerja lewat lowongan-lowongan kerja palsu.

Agar Kamu selamat dari jebakan, pastikan Kamu hanya mengandalkan informasi dari situs-situs resmi milik perusahaan serta situs penyedia lowongan kerja seperti Lokernusa.

Apabila Kamu mendapatkan informasinya dari pesan broadcast, Kamu harus tetap merujuk pada situs-situs resmi tersebut, atau mengonfirmasinya langsung pada orang dalam perusahaan.

Teliti membaca informasi


Seakan lewat surel saja belum cukup, kini ada cara melamar kerja lewat internet yang bahkan lebih instan. Cukup dengan menekan satu tombol di halaman iklan lowongan, profil jejaring profesional Kamu, contohnya LinkedIn, sudah bisa terkirim kepada perekrut.

Sayangnya, hal yang instan ini juga cenderung membuat pencari kerja lengah. Hanya dengan membaca judul atau posisi yang diiklankan, serta memindai informasi persyaratan dan deskripsi pekerjaan, banyak pelamar yang langsung percaya diri untuk melamar.

Padahal, belum tentu kualifikasinya sesuai dengan yang dicari perusahaan. Jadi, pastikan sebelum melamar Kamu selalu teliti membaca semua informasi.

Lakukan riset terhadap perusahaan


Selain teliti membaca informasi lowongan kerja, penting juga bagi Kamu untuk kritis terhadap latar belakang perusahaan yang Kamu minati. Mulai dari industri yang digeluti, produk-produk yang ditawarkan, serta prestasi yang dicapai.

Informasi ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk memutuskan apakah perusahaan tersebut tepat untuk Kamu.

Isi formulir dengan lengkap


Dalam merekrut karyawan, ada perusahaan yang menggunakan jasa pihak ketiga atau memanfaatkan situs mereka untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan akurat.

Biasanya mereka akan meminta pelamar untuk mengisi formulir daring dengan data diri, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar.

Meski pun tidak semua kolom wajib diisi, tapi alangkah baiknya jika Kamu mengisinya selengkap mungkin. Misalnya, menulis pesan khusus untuk meyakinkan perekrut, atau mencantumkan tautan untuk mengakses portofolio Kamu. Informasi yang lengkap tentunya akan lebih memudahkan perusahaan untuk menilai Kamu.

Periksa ulang isi CV


Cara paling umum melamar kerja lewat Internet adalah dengan mengirimkan CV melalui surel. Selain CV, Kamu juga bisa melampirkan surat lamaran kerja atau portofolio sesuai permintaan perusahaan.

Namun, sebelum dokumen-dokumen tersebut Kamu kirimkan, ada beberapa hal yang perlu Kamu cermati lebih dulu, misalnya menghindari salah ketik atau kesalahan tata bahasa.

Selain penulisan isi, hati-hati juga ketika melampirkan dokumen pada surel. Jangan terburu-buru menekan tombol kirim sampai Kamu lupa bahwa CV Kamu belum terlampir.

Selain itu, jangan juga ceroboh dalam membaca judul dokumen dan tanpa sadar malah mengirim CV yang belum diperbarui atau yang ditujukan pada perusahaan lain.

Simpan daftar lamaran


Internet dan surel memungkinkan pencari kerja untuk melamar ke beberapa perusahaan sekaligus dalam waktu singkat. Akan tetapi, banyak yang lupa untuk menyimpan daftar perusahaan dan pekerjaan yang mereka lamar.

Alhasil, pada saat HRD mengundang untuk wawancara, pelamar malah kalang kabut mengingat-ingat lowongan mana yang dimaksud.

Selain daftar perusahaan dan pekerjaan, simpan juga informasi persyaratan dan deskripsi pekerjaan yang tercantum dalam iklan lowongan yang menjadi referensi Kamu.

Hal ini akan membantu Kamu ketika perlu menghadapi wawancara. Jadi, ketika ditanya mengenai kemampuan dan hal yang bisa Kamu kontribusikan untuk perusahaan, informasi tersebut bisa menjadi acuan untuk memikat hati pewawancara.

iklan